Selasa, 07 Desember 2010
Satu Matahari
Di batas itu, aku memilih menjadi buta.
Kenapa? Tanyamu.
Setahun yg lalu aku telah melihat sesuatu yg tak seharusnya kulihat.
Mereka bilang matahari
Mataku menangkap dia
Tubuhku seketika mengerang oleh cahaya yg terlalu terang. Dan terlalu gelap.
Lalu dia bergantian mendenyutkan ingin yg akut-seperti desah dalam lipatan daging
Terang - gelap - terang - gelap
Cadar ini terlalu tipis untuk menyembunyikan rasa
Apa yg kau lihat di jalan itu ?
Genangan air yg jadi hijau ?
Merah, kataku. Hujan merah.
Di balik garis-garis basah, dia indah dan selamanya berpendar.
Di sini, gambar-gambar memudar
Setelah itu, mereka mencoba menghilangkan cahaya dari ingatanku .
Tapi aku masih bisa merasakan panasnya.
Kata mereka, cuma ada satu matahari.
Kataku, itu milikku.
Dan aku tak mau berbagi.
Di batas itu, aku memilih menjadi buta.
Kenapa? Tanyamu.
Entahlah. Mungkin cinta memang begitu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar